Untuk seseorang yang merasa memiliki orang yang aku juga merasa memilikinya…
Saya salah tapi bukan sepenuhnya salah saya, tapi akan lebih baik jika saya meminta maaf, saya bukan penjahat atau pencuri, saya hanya seorang wanita yang mencintai seorang pria yang anda cintai, saya tidak merebutnya, saya tidak akan mengambilnya dari anda.
Apa yang harus saya lakukan, Sist? Datang menghampiri anda dan mengatakan apa yang terjadi bahwa saya mencintai orang yang anda juga mencintainya? Atau saya tetap berdiam diri menunggu kepastian, yang saya sendiri tidak tahu kepastian seperti apa itu? Dijadikan satu-satunya atau dia tetap memilih bertahan dengan anda.
Mungkin anda tidak tahu betapa dekatnya saya dengan dia, karena saya tahu bahwa dia menyembunyikan ini semua karena dia takut anda terluka, anda pun juga tidak akan tahu mimpi dan harapan apa yang dibisikankannya kepada saya, hingga saya menggantungkan mimpi itu kepadanya, tapi apakah anda pernah merasakan dan mengetahui luka seperti apa yang saya rasakan ketika dia bersama anda? Jika saya bisa meminta, lebih baik saya tidak mengetahuinya sama sekali..
Betapa kedekatan kami tak pernah terpikirkan akan sejauh ini, bahkan sampai bisa menyakiti seseorang, entah itu anda atau yang lainnya. Bukan saya atau dia yang meminta perasaan ini ada, bukan juga kami yang meminta dipertemukan diwaktu yang salah, kami berdua hanya manusia biasa yang hal ini terjadi diluar kemampuan kami, kami dua orang yang saling jatuh cinta, dan sedang mencari jalan yang terbaik agar kami tidak sama-sama menyakiti, atau tersakiti.
Dia pernah sedikit bercerita tentang anda, ketika saya bertanya beberapa hal tentang hubungan anda dengan dia. Dia menjawab bahwa hubungan anda dan dia tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja, saya tidak tahu yang sebenarnya terjadi dengan kalian berdua, saya juga tidak tahu apa yang dikatakannya itu benar atau itu hanya omong kosongnya yang saat itu sedang mendekati saya. Setiap hari kami bertemu, berbincang, saling bercanda, dan kemanapun berdua, hingga saya tidak sadar bahwa anda ada, dan nyata diantara kami walaupun anda tidak benar-benar bersama kami. Semakin hari saya semakin mengenalnya, semakin gila dengan cerita-cerita konyolnya, dan semakin terbiasa dengan logat khas dan bau tubuhnya. Pernahkan anda merasa sakit ketika ada nama wanita lain menyela dibagian perbincangan Anda? Ya, saya merasakan sakit itu, mbak. Ketika saya bertanya tentang siapa anda. Pernahkah anda bertanya adakah wanita lain dihatinya? atau anda bertanya siapakah wanita itu? Saya yakin tidak, karena anda tidak tahu dan karena anda memang tidak mengenal saya.
Saya merasa malam minggu lebih spesial dari pada malam-malam lainnya, walaupun sebenarnya sama saja, merasa spesial karena malam minggu adalah malam yang beberapa kekasih saling bertemu, berkencan, dan berdua walaupun tidak semuanya melewati dengan pasanganya dan malam minggu pun jadi lebih indah ketika saya sering melewati berdua dengan dia, tapi itu bukan berarti setiap malam minggu saya bersamanya, saya juga sadar bahwa dia masih harus membagi waktunya bersama anda. Beberapa pertanyaan di otak saya, dan rasa sakit yang saya rasakan, pertanyaan yang sama sedang apakah kalian? Makan berdua? Bercanda seperti dia bercanda dengan saya, atau kalian sedang jalan-jalan menikmati malam, sedangkan saya disini hanya berteman dengan sepi tanpa ada yang tahu bagaimana perasaan saya? Atau bahkan bisa saja pertanyaan yang sama itu muncul dipikiran anda? Saya tidak tahu.
Sist apa anda tahu saya sedang membuat janji pada Tuhan, janji dimana saya akan berusaha membuat dia bahagia, setelah apa yang dirasakannya, setelah dia kehilangan beberapa orang yang dicintainya, setelah dia kehilangan Ibunya, setelah saya mendengar cerita hidupnya? Saya sadar, saya tidak akan bisa membuat kebahagianya utuh, bahkan saya terkadang merasa lelah dengan semua ini, merasa lelah dngan hubungan yang tidak jelas dan tidak berstatus ini.
Tapi saya tetap akan berusaha membuat dia bahagia sebisa saya walaupun
saya sendiri sadar saya butuh kebahagian itu, saya akan mengobati lukanya
walaupun saya sendiri sadar bahwa saya sedang terluka parah, saya akan tetap
mendoakan agar dia tetap tersenyum walaupun saya sendiri sadar bahwa saya
sedang menangisi mendoakannya.
Maaf sekali lagi untuk ini Sist, saya tidak akan merebutnya dari anda, saya hanya sedang berusaha membuat dia bahagia, karena saya ingin membuat lengkungan manis dibibirnya, karena saya juga akan tersenyum disaat saya menangis melihat orang yang saya cintai bahagia meski tidak bersama saya nantinya.