Untuk mu yang terkuat di hati ku, mungkin kau tak akan pernah mendengarkan ini atau mungkin jika kau dengar kau hanya akan membiarkannya begitu saja tapi tak apalah aku juga tak meminta kamu untuk mengerti atau mendalaminya, dengan aku mengungkapkan ini atau kamu hanya mendengarkannya itu sudah cukup.
Untuk mu yang kini disamping ku, yang telah mengisi hati ku, yang sedikit demi sedikit menutup lubang didada ku, aku hanya ingin kamu tau bahwa kamu telah menjadi kebiasaan ku, menjadi orang yang setiap harinya aku sebutkan setelah ku berlutut dihadapnya dengan mengadahkan kedua tangan ku.
Aku telah ikhlas mengorbankan hati ku, memberikan sepenuhnya kepadamu, entah akan kau buat seperti apa nantinya aku sudah pasrah karena aku telah lelah.
Untuk mu yang kini menjadi alasan kekuatan ku dalam mendenyutkan jantung ku, ketauilah aku mencintai mu dengan semampu ku, menyayangi mu dengan segala keikhlasanku.
Di belahan bumi ini, dengan berjuta-juta penghuni aku dipertemukan dan dijatuh cintakan kepada mu, ini bukan tanpa sebab. Tuhan yang telah mengaturnya, mempertemukan kita yang sama-sama datang dari masa lalu, dengan harapan dan kehidupan yang baru.
Untuk mu yang kini mengegam erat tangan ku, memeluk tubuh ku, aku berharap kamu tetap seperti itu. Menjagaku, berjuang untuk ku, tak mengenal lelah mengahadapi ku.
Kamu selalu berkata "Begitu hebatnya kita" ucapan itu yang semakin membuat aku yakin kita memang akan menjadi kita seutuhnya, nantinya & semoga Tuhan menyetujuinya.
Untuk mu yang sangat kuat dihati ku, tetap seperti ini, disamping ku, menjaga ku, mengenggam erat tangan ku, memeluk tubuhku yang seakan - akan kau takut kehilangan itu.
Jumat, 13 September 2013
Dia, terkuat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar